Santri Siap Kuasai Pasar Global, Rakernas Inkopotren 2026 Tegaskan Kebangkitan Ekonomi Pesantren
JAKARTA — Dunia pesantren Indonesia mulai menunjukkan wajah baru. Jika selama ini pesantren identik dengan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter, kini pesantren juga tampil sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang mulai diperhitungkan di tingkat internasional.
Semangat perubahan itu terasa dalam pelaksanaan Rakernas Inkopotren 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Hari kedua kegiatan menjadi panggung penting bagi kebangkitan ekonomi santri melalui penguatan UMKM pesantren dan perluasan jaringan ekspor dunia.
Suasana forum berlangsung dinamis. Para pengurus koperasi pesantren, pelaku usaha santri, hingga praktisi ekspor nasional berkumpul membahas satu visi besar: menjadikan produk pesantren Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Ketua Bidang Ekspor dan Impor Inkopotren, Moh Abdul Aziz Nawawi, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara modern dan terhubung dengan pasar internasional.
Menurutnya, selama ini banyak produk pesantren memiliki kualitas baik, namun belum mendapatkan akses pasar yang luas serta pendampingan ekspor yang memadai.
“Kami ingin santri tidak hanya kuat dalam pendidikan agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu menjadi pelaku usaha global,” ujarnya.
Dalam Rakernas tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi ekspor, penguatan kualitas produk, manajemen usaha, hingga cara membangun keberlanjutan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan buyer luar negeri.
Business meeting internasional juga digelar untuk mempertemukan delegasi pesantren dengan calon pembeli dari berbagai negara. Puluhan produk unggulan pesantren diperkenalkan, mulai dari makanan olahan, produk herbal, fesyen muslim, hingga hasil industri kreatif santri.
Abdul Aziz menjelaskan bahwa tantangan terbesar UMKM pesantren saat ini bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi menjaga stabilitas produksi dan kemampuan memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.
“Pasar internasional membutuhkan konsistensi. Produk harus berkualitas, jumlahnya tersedia, dan pengiriman harus terjaga,” katanya.
Sebagai bagian dari transformasi digital, Inkopotren juga memperkenalkan platform “Santri Mendunia”, sebuah aplikasi yang dirancang menjadi pusat promosi dan pemasaran produk-produk pesantren Indonesia.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat luas nantinya dapat mengakses berbagai produk unggulan santri secara digital. Kehadiran platform itu sekaligus menjadi langkah baru dunia pesantren memasuki era ekonomi digital nasional.
Rakernas Inkopotren 2026 tidak hanya berbicara soal bisnis dan perdagangan. Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis nilai moral, budaya, dan kemandirian bangsa.
Di tengah tantangan ekonomi global, pesantren dinilai mampu menjadi kekuatan baru yang tidak hanya mencetak generasi berakhlak, tetapi juga melahirkan pelaku usaha yang membawa identitas budaya Indonesia ke panggung dunia.
Kini, dari lingkungan pesantren yang dahulu dipandang sederhana, lahir optimisme baru bahwa santri Indonesia mampu berdiri sejajar dalam arus perdagangan internasional tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.
Sumber: Edo
Jurnalis: Romo Kefas



