SESUDAH API DAN AIR, ADA KELIMPAHAN TUHAN
Ketika Proses Tidak Menghancurkan, Tetapi Mempersiapkan
Oleh: Ps. Welly Massie
“Kami telah masuk melalui api dan air, tetapi Engkau telah membawa kami keluar ke tempat yang berkelimpahan.”
— Mazmur 66:12
Setiap manusia menyukai berkat, tetapi tidak banyak yang menyukai proses.
Kita senang mendengar tentang kemenangan, tetapi sering kali tidak ingin mengalami peperangan. Kita bersukacita ketika melihat keberhasilan seseorang, tetapi jarang melihat air mata, doa, kegagalan, dan perjuangan yang mendahuluinya.
Namun Alkitab menunjukkan bahwa hampir semua tokoh besar iman mengalami satu pola yang sama: mereka melewati “api dan air” sebelum memasuki musim kelimpahan yang Tuhan sediakan.
Mazmur 66:12 menggambarkan perjalanan hidup yang tidak mudah. Pemazmur tidak berkata bahwa hidup orang percaya bebas dari masalah. Sebaliknya, ia mengakui bahwa ada masa ketika hidup terasa seperti berjalan di tengah kobaran api dan arus air yang menghanyutkan.
Api melambangkan ujian yang membakar kenyamanan hidup.
Air melambangkan tekanan, kesulitan, dan keadaan yang terasa hendak menenggelamkan.
Mungkin ada yang sedang mengalami “api”:
- tekanan ekonomi,
- masalah keluarga,
- konflik pelayanan,
- penyakit,
- atau pergumulan yang menguras tenaga dan emosi.
Mungkin ada juga yang sedang berada di tengah “air”:
- ketidakpastian masa depan,
- kehilangan pekerjaan,
- kekecewaan,
- atau doa yang belum dijawab.
Dalam keadaan seperti itu, manusia sering bertanya:
“Tuhan, mengapa aku harus melewati semua ini?”
Padahal sering kali Tuhan tidak sedang menghukum.
Tuhan sedang membentuk.
Api Tidak Selalu Untuk Menghancurkan
Seorang pandai emas menggunakan api bukan untuk merusak emas, tetapi untuk memurnikannya.
Semakin murni emas, semakin tinggi nilainya.
Demikian pula Tuhan mengizinkan proses tertentu dalam hidup umat-Nya bukan untuk menghancurkan mereka, melainkan untuk membuang hal-hal yang tidak perlu:
- kesombongan,
- ketergantungan pada diri sendiri,
- rasa aman palsu,
- dan iman yang dangkal.
Karakter tidak dibentuk di zona nyaman.
Karakter dibentuk melalui proses.
Air Tidak Selalu Untuk Menenggelamkan
Ketika bangsa Israel berdiri di depan Laut Teberau, mereka mengira semuanya sudah berakhir.
Di depan ada laut.
Di belakang ada tentara Mesir.
Namun justru di tempat yang tampak mustahil itulah Tuhan membuka jalan.
Air yang seharusnya menjadi penghalang berubah menjadi jalan keselamatan.
Sering kali Tuhan bekerja dengan cara yang tidak kita duga.
Apa yang tampak seperti akhir perjalanan ternyata hanyalah awal dari babak baru yang Tuhan siapkan.
Kelimpahan Menurut Tuhan
Menariknya, pemazmur berkata:
“Engkau membawa kami keluar ke tempat yang berkelimpahan.”
Kelimpahan dalam pandangan Alkitab tidak selalu berarti kekayaan materi semata.
Kelimpahan bisa berarti:
- damai sejahtera di tengah badai,
- sukacita di tengah kesulitan,
- hubungan yang dipulihkan,
- iman yang semakin dewasa,
- dan kehidupan yang semakin dekat kepada Tuhan.
Tentu Tuhan dapat memberkati secara materi.
Namun berkat terbesar selalu adalah kehadiran-Nya.
Karena apa gunanya memiliki banyak hal jika kehilangan damai sejahtera?
Jangan Berhenti di Tengah Proses
Banyak orang menyerah tepat sebelum pertolongan Tuhan dinyatakan.
Mereka melihat api, tetapi lupa bahwa Tuhan lebih besar daripada api.
Mereka melihat air, tetapi lupa bahwa Tuhan sanggup membelah lautan.
Iman sejati bukanlah percaya ketika keadaan baik-baik saja.
Iman sejati adalah tetap percaya ketika kita belum melihat jalan keluar.
Karena Tuhan yang memulai pekerjaan baik dalam hidup kita tidak akan meninggalkannya setengah jalan.
Menjadi Saluran Berkat Setelah Dipulihkan
Ketika Tuhan membawa kita keluar dari masa-masa sulit, jangan lupa tujuan-Nya.
Tuhan tidak hanya ingin memberkati kita.
Tuhan ingin memakai kita menjadi berkat.
Ada banyak saudara-saudari yang hari ini:
- bergumul secara ekonomi,
- membutuhkan dukungan,
- memerlukan uluran tangan,
- dan menantikan kasih Tuhan melalui kehidupan orang percaya.
Karena itu, ketika Tuhan mempercayakan berkat kepada kita, jadilah kepanjangan tangan dan mulut Kristus.
Biarlah kehidupan kita menjadi kesaksian bahwa kasih Tuhan masih nyata melalui umat-Nya.
Kesimpulan
Tidak ada api yang berlangsung selamanya.
Tidak ada air yang terus menenggelamkan anak-anak Tuhan.
Mungkin hari ini kita sedang berada dalam masa ujian.
Tetapi ingatlah:
Tuhan yang menyertai kita di tengah api adalah Tuhan yang sama yang akan membawa kita keluar.
Tuhan yang berjalan bersama kita di tengah air adalah Tuhan yang sama yang akan menuntun kita menuju tempat kelimpahan.
Tetap percaya. Tetap berdoa. Tetap setia.
Karena sesudah api dan air, Tuhan telah menyediakan tempat kelegaan, pemulihan, dan kelimpahan bagi umat-Nya.
Tuhan Yesus memberkati. Amin. 🙏
Penulis:
Ps. Welly Massie



