Sinergi TNI dan Pemda Wujudkan Kepedulian Sosial, Warga Malaka Kini Miliki Rumah yang Lebih Layak
Malaka — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama kembali menunjukkan maknanya di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Melalui kerja sama antara Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Pemerintah Kabupaten Malaka, dan Pemerintah Desa Bereliku, sebuah rumah layak huni berhasil diwujudkan bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Penerima bantuan tersebut adalah Blasius Una (58), warga Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menghadirkan perhatian nyata kepada warga yang membutuhkan bantuan.
Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan kini telah berubah menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Kehadiran rumah baru tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan yang lahir dari kolaborasi berbagai pihak.
Wakil Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Mayor Arm Denny Rizki Nuary, mengatakan bahwa keberadaan Satgas di wilayah perbatasan harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, menjaga wilayah perbatasan tidak hanya dilakukan melalui pengamanan dan patroli, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dibantu, maka hubungan antara TNI dan rakyat akan semakin erat. Inilah yang terus kami bangun selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan,” ungkapnya.
Program pembangunan rumah layak huni ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Malaka yang menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan Satgas Pamtas menjadi contoh nyata kerja bersama dalam menyelesaikan persoalan sosial masyarakat.
Peresmian rumah berlangsung sederhana namun penuh makna. Raut bahagia terpancar dari keluarga penerima manfaat yang kini dapat menempati rumah yang lebih layak untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Masyarakat setempat juga menyambut positif program tersebut. Mereka menilai kehadiran Satgas Yonarmed 12 Kostrad tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial yang nyata melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan wilayah perbatasan, kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa perubahan dapat diwujudkan ketika pemerintah, aparat, dan masyarakat berjalan bersama dalam semangat gotong royong.
Program rumah layak huni tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai inisiatif sosial lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan di wilayah perbatasan.
Sebuah rumah mungkin dibangun dengan batu dan semen, tetapi harapan di dalamnya dibangun oleh kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.
Romo Kefas



