TUHAN TIDAK MENINGGALKAN PEKERJAAN TANGAN-NYA
Ketika Proses Belum Selesai, Tetapi Tuhan Tetap Bekerja
“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu.” (Mazmur 138:8)
Oleh: Ps. Welly Massie
Salah satu pergumulan terbesar manusia adalah hidup di antara janji dan penggenapan.
Kita berdoa, tetapi jawaban belum datang.
Kita berusaha, tetapi hasil belum terlihat.
Kita berharap, tetapi keadaan tampaknya belum berubah.
Dalam kondisi seperti itu, tidak sedikit orang mulai bertanya:
“Apakah Tuhan masih bekerja?”
“Apakah Tuhan masih memperhatikan hidup saya?”
“Mengapa proses ini terasa begitu lama?”
Mazmur 138 memberikan sebuah jawaban yang penuh pengharapan. Daud tidak berkata bahwa hidupnya selalu mudah. Ia juga tidak berkata bahwa semua masalahnya langsung selesai. Namun di tengah berbagai pergumulan, Daud memiliki keyakinan yang teguh:
“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku.”
Perhatikan bahwa Daud tidak berkata:
“Aku akan menyelesaikannya sendiri.”
Ia memahami bahwa hidupnya berada di dalam tangan Tuhan yang setia.
Allah Adalah Pribadi yang Menyelesaikan Apa yang Dimulai-Nya
Di dalam Alkitab, kita melihat pola yang sama berulang kali.
Ketika Tuhan memanggil Abraham, janji itu tidak langsung digenapi dalam semalam.
Ketika Yusuf menerima mimpi dari Tuhan, ia harus melewati sumur, perbudakan, dan penjara sebelum melihat penggenapan janji tersebut.
Ketika bangsa Israel dibebaskan dari Mesir, mereka tetap harus melewati padang gurun sebelum memasuki Tanah Perjanjian.
Semua itu menunjukkan bahwa Tuhan bukan hanya Allah yang memberi janji, tetapi juga Allah yang memimpin proses menuju penggenapan.
Masalahnya, manusia sering kali ingin hasil tanpa proses.
Padahal karakter, iman, dan kedewasaan rohani justru dibentuk selama perjalanan.
Kasih Setia Tuhan Tidak Pernah Berakhir
Daud menghubungkan keyakinannya dengan satu hal:
“Kasih setia-Mu untuk selama-lamanya.”
Dasar pengharapan orang percaya bukanlah keadaan yang baik.
Bukan pula kemampuan diri sendiri.
Dasar pengharapan kita adalah karakter Allah yang tidak berubah.
Manusia bisa berubah.
Situasi bisa berubah.
Teman bisa berubah.
Tetapi kasih setia Tuhan tetap sama.
Karena itu, ketika kita tidak memahami jalan Tuhan, kita tetap dapat mempercayai hati-Nya.
Kita mungkin tidak selalu mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan.
Namun kita dapat yakin bahwa Dia bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya.
Ketika Tuhan Terlihat Diam
Ada masa-masa ketika doa terasa seperti tidak dijawab.
Pintu yang kita harapkan terbuka justru tertutup.
Rencana yang kita susun tidak berjalan sesuai harapan.
Dalam keadaan seperti itu, mudah bagi manusia untuk menyimpulkan bahwa Tuhan telah meninggalkannya.
Namun Alkitab mengajarkan bahwa diamnya Tuhan bukan berarti absennya Tuhan.
Sering kali Tuhan sedang bekerja di balik layar.
Ia sedang membentuk sesuatu yang belum dapat kita lihat.
Ia sedang mempersiapkan waktu yang tepat.
Ia sedang mengatur keadaan yang melampaui pemahaman kita.
Iman bukanlah percaya setelah melihat hasil.
Iman adalah tetap percaya ketika hasil itu belum terlihat.
Kita Adalah Karya Tangan-Nya
Daud berdoa:
“Janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu.”
Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa hidup kita bukan kebetulan.
Kita adalah karya tangan Allah.
Dia yang membentuk kita.
Dia yang memanggil kita.
Dia yang menuntun langkah kita.
Seorang seniman tidak meninggalkan karya yang sedang dikerjakannya.
Demikian pula Tuhan tidak meninggalkan kehidupan yang sedang dibentuk-Nya.
Mungkin saat ini kita belum melihat gambaran yang utuh.
Tetapi Tuhan melihat akhirnya sejak awal.
Kesimpulan
Mazmur 138:8 bukan janji bahwa hidup akan selalu mudah.
Ayat ini adalah pengingat bahwa Tuhan yang memulai pekerjaan-Nya dalam hidup kita tidak akan meninggalkannya setengah jalan.
Karena itu, jangan menyerah ketika proses terasa panjang.
Jangan kehilangan pengharapan ketika jawaban belum datang.
Tetaplah berdoa.
Tetaplah setia.
Tetaplah berjalan bersama Tuhan.
Sebab Tuhan yang memulai akan menyelesaikan.
Dan pada waktunya nanti, kita akan melihat bahwa setiap langkah, setiap air mata, setiap pergumulan, dan setiap penantian telah dipakai Tuhan untuk membentuk sesuatu yang indah sesuai kehendak-Nya.
Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan pekerjaan tangan-Nya.
Amin.



