Spread the loveJauh dari Tanah Air, Pasukan Garuda Rayakan Makna Hijrah dengan Memperkuat Dedikasi di Misi Perdamaian PBB Lebanon Selatan – Pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menghadirkan suasana berbeda bagi personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL yang sedang menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Berada ribuan kilometer dari Indonesia tidak mengurangi semangat para prajurit untuk memaknai 1 Muharram sebagai momentum pembaruan diri, penguatan iman, dan peneguhan komitmen pengabdian kepada bangsa. Di berbagai pos yang menjadi wilayah tanggung jawab Pasukan Garuda, personel Muslim berkumpul dalam suasana sederhana namun penuh kekhidmatan. Tidak ada gemerlap perayaan, namun yang hadir adalah semangat refleksi, rasa syukur, dan harapan untuk menjalani tahun baru dengan tekad yang lebih kuat. Bagi para penjaga perdamaian ini, peringatan Tahun Baru Islam memiliki arti yang jauh lebih dalam daripada sekadar pergantian kalender. Nilai hijrah dipahami sebagai ajakan untuk terus bergerak menuju perbaikan, meningkatkan kualitas diri, serta memperkuat integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Di tengah dinamika penugasan internasional yang menuntut kesiapan fisik dan mental, kekuatan spiritual menjadi salah satu fondasi penting yang menjaga semangat para prajurit. Melalui doa bersama, mereka memohon perlindungan, kesehatan, dan kelancaran selama menjalankan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah Lebanon Selatan. Komandan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL, Kolonel Inf Roliyanto, S.I.P., M.I.P., mengatakan bahwa semangat Tahun Baru Hijriah harus menjadi energi positif bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengabdian. Menurutnya, tugas sebagai Pasukan Garuda bukan hanya membawa nama TNI, tetapi juga membawa kehormatan Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, setiap prajurit dituntut untuk selalu menjaga disiplin, etika, dan semangat kemanusiaan dalam setiap aktivitas yang dilakukan selama bertugas. Momentum tersebut juga menjadi ajang mempererat persaudaraan di antara para personel. Jauh dari keluarga dan lingkungan asal, para prajurit membangun ikatan yang kuat satu sama lain sebagai keluarga besar yang saling mendukung dalam menjalani penugasan. Selain mendoakan keselamatan selama bertugas, para personel juga memanjatkan doa bagi keluarga di Tanah Air. Kerinduan terhadap orang-orang tercinta menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan demi kepentingan bangsa dan negara. Sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian dunia, Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat citra positif Indonesia di lingkungan internasional. Sikap profesional, humanis, dan menjunjung tinggi toleransi menjadi nilai yang selalu dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas. Tahun Baru Islam kali ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik dan kemampuan teknis, tetapi juga hati yang tulus dan jiwa yang kuat. Dari sanalah lahir keteguhan untuk terus memberikan yang terbaik bagi misi perdamaian yang diemban. Di negeri yang jauh dari kampung halaman, para Pasukan Garuda tetap membawa semangat Indonesia dalam setiap langkah mereka. Dengan doa yang dipanjatkan bersama, mereka menatap tahun baru sebagai kesempatan untuk terus berbuat lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih berdedikasi bagi perdamaian dunia. Di bawah panji PBB dan jauh dari pelukan keluarga, Pasukan Garuda menyambut Tahun Baru Hijriah dengan keyakinan bahwa setiap tugas yang dijalankan dengan keikhlasan adalah bagian dari ibadah, dan setiap langkah pengabdian adalah wujud cinta kepada Indonesia. Jurnalis : Romo Kefas Editor : Tim Redaksi Post Views: 13 Navigasi pos Lintasan Jadi Arena Pembuktian, Prajurit Divif 1 Kostrad Panen Prestasi di Sejumlah Kejuaraan Nasional Dari Arena Gim ke Panggung Prestasi, Polda Banten Buka Jalan Atlet Muda Menuju Kapolri Cup 2026