Spread the love

JAKARTA – Upaya memperkuat pemerataan penegakan hukum di Indonesia kini menyasar generasi muda Papua. Peradi Utama resmi membuka program beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) secara gratis bagi putra-putri asli Papua dengan target melahirkan 3.000 advokat baru.

Program yang diumumkan dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional Peradi Utama di Jakarta tersebut disebut sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia hukum di wilayah timur Indonesia.

Ketua Umum Peradi Utama, Prof. Dr. Hardi Fardiansyah, mengatakan bahwa selama ini kebutuhan advokat di Papua terus meningkat, terutama advokat yang memahami persoalan masyarakat adat, hak ulayat, hingga dinamika sosial lokal.

“Papua membutuhkan lebih banyak penegak hukum dari anak-anak daerah sendiri. Mereka memahami bahasa, budaya, dan kondisi masyarakatnya, sehingga proses pendampingan hukum bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Pendidikan Hukum untuk Daerah yang Masih Minim Advokat

Menurut Peradi Utama, masih terdapat sejumlah wilayah di Papua yang menghadapi keterbatasan akses terhadap bantuan hukum profesional. Kondisi geografis yang luas serta jumlah advokat yang belum merata menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.

Melalui program beasiswa ini, organisasi tersebut ingin membuka peluang lebih luas bagi lulusan hukum asal Papua agar dapat melanjutkan pendidikan profesi tanpa terbebani biaya tinggi.

Tak hanya pembiayaan PKPA, peserta juga akan mendapat pembinaan hingga proses pengangkatan advokat.

Diharapkan Jadi Motor Perubahan

Peradi Utama menilai, hadirnya advokat muda asli Papua dapat menjadi motor perubahan dalam menciptakan sistem hukum yang lebih dekat dengan masyarakat.

Selain mendampingi persoalan hukum masyarakat adat, para advokat muda nantinya diharapkan mampu berperan dalam penguatan pendidikan hukum, bantuan hukum gratis, hingga pengawasan terhadap hak-hak masyarakat di daerah.

“Advokat bukan hanya profesi, tetapi juga pengabdian. Kami ingin lahir generasi advokat Papua yang profesional sekaligus memiliki kepedulian sosial,” kata Prof. Hardi.

Pendaftaran Dilakukan Secara Online

Program beasiswa dibuka untuk lulusan sarjana hukum yang memiliki identitas kependudukan Papua dan berusia 23 sampai 35 tahun.

Pendaftaran dilakukan secara daring guna mempermudah akses peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Papua.

Langkah Peradi Utama ini mendapat perhatian karena dinilai menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata organisasi profesi dalam mendukung pembangunan manusia dan akses keadilan di Papua.

Dengan hadirnya program tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda Papua yang memiliki kesempatan berkiprah dalam dunia hukum nasional sekaligus memperjuangkan keadilan bagi masyarakatnya sendiri.

Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *