Spread the loveGelar SIEF 2026, Staffinc Dorong Pengelolaan Tenaga Kerja Berbasis Data untuk Perkuat Operasional Rumah Sakit di Indonesia BEKASI, 6 Oktober 2026 – Rumah sakit menghadapi tuntutan untuk menjaga mutu layanan, meningkatkan efisiensi, dan memenuhi ketentuan regulasi secara bersamaan. Menjawab kebutuhan tersebut, Staffinc menggelar Staffinc Industry Executive Forum (SIEF) – Hospital & Healthcare, yang mempertemukan pimpinan/manajemen rumah sakit untuk membahas penguatan kinerja tenaga kerja serta pemanfaatan data dan teknologi dalam pengelolaan operasional. Diselenggarakan pada 6 Oktober 2026 di Aston Imperial Bekasi Hotel & Convention Centre, forum bertema *“From Workforce Readiness to Operational Continuity”* ini menyoroti keterkaitan antara kesiapan tenaga kerja, konsistensi pelaksanaan standar, dan kemampuan pimpinan mengambil keputusan berdasarkan informasi operasional. Dalam keseharian rumah sakit, kebersihan, keamanan, dan kesiapan fasilitas turut menentukan kelancaran layanan. Fungsi-fungsi tersebut membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta pengawasan yang konsisten. Melalui SIEF 2026, Staffinc mendorong pengelolaan tenaga kerja yang berorientasi pada hasil, Selain memastikan kecukupan personel, rumah sakit perlu memperhatikan kesesuaian kompetensi, kepatuhan terhadap standar, dan kemampuan merespons kebutuhan di lapangan.Pemantauan kinerja menjadi dasar untuk mengenali kendala dan menentukan perbaikan yang diperlukan. Menghubungkan kesiapan tenaga kerja dengan kebutuhan operasional SIEF 2026 menghadirkan perspektif industri, regulasi, dan praktik pengelolaan tenaga kerja untuk membahas tantangan tersebut. dr. Theryoto, M.Kes., Sp.Ok, MARS, Konsultan Manajemen Layanan Kesehatan dan Pengurus PERSI, membawakan topik “Uncovering Inefficiencies in Hospital Operations”. Pembahasan berfokus pada berbagai area yang memengaruhi efisiensi dan efektivitas operasional rumah sakit. Sementara itu, dr. Irwan Heryanto, MARS, Wakil Sekretaris Jenderal ARSSI, membahas “Navigating Regulatory Compliance & Workforce Issues”, mengenai tantangan memenuhi ketentuan regulasi sekaligus menjaga kesiapan tenaga kerja dalam mendukung layanan. Dari sisi pelaksanaan, Kevin Caesar, Vice General Manager Staffinc, membawakan sesi “From Cleaning & Hygiene to Security & Facility Readiness”. Sesi ini membahas pengelolaan kebersihan, keamanan, dan fasilitas sebagai bagian penting dari mutu, keselamatan, dan kesinambungan operasional rumah sakit. Diskusi yang dipandu Nadya Yosephine tersebut menekankan penerapan standar kerja secara konsisten, pemantauan kinerja, dan penanganan kebutuhan operasional secara tepat agar kesiapan tenaga kerja memberikan hasil yang terukur. Mengolah data menjadi dasar pengambilan keputusan Forum ini juga menghadirkan kelas praktik kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung produktivitas dan pengambilan keputusan di tingkat eksekutif. Bekerja sama dengan APTIKNAS, Staffinc menghadirkan Sandy Kusuma, Praktisi AI & Digital Talent, sebagai fasilitator. Peserta diajak mempraktikkan penggunaan AI untuk membaca dan menganalisis laporan dari berbagai departemen, mengidentifikasi informasi penting, serta menyusun bahan pertimbangan bagi pimpinan. Nilai utama pemanfaatan teknologi ini terletak pada kemampuan mengubah data operasional menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti. Dengan informasi tersebut, pimpinan rumah sakit dapat mengenali area yang membutuhkan perhatian, menetapkan prioritas perbaikan, dan mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat. Pendekatan berbasis data ini melengkapi penguatan kompetensi tenaga kerja dan perbaikan proses kerja. Hasil pemantauan operasional dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan standar, mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja, dan menilai efektivitas perbaikan. Melalui SIEF 2026, Staffinc menegaskan bahwa kesiapan tenaga kerja perlu tercermin dalam kinerja layanan. Keterhubungan antara tenaga kerja yang kompeten, proses yang konsisten, dan teknologi yang mendukung pengambilan keputusan menjadi fondasi untuk menjaga operasional rumah sakit tetap aman, efisien, dan berkesinambungan Post Views: 23 Navigasi pos Skema Pinjol Tadpole Disorot, Advokat Gunawan Setyapribadi : Desak Transparansi dan Pengawasan OJK Diperkuat! Habib Muchdar Assegaf Sambangi Lapas Petobo, Dukung Komitmen Zero Tolerance terhadap Narkoba dan HP Ilegal