Spread the love

Dua Profesor Pendidikan Keagamaan Kristen Kukuhkan sebagai Guru Besar oleh Dirjen Bimas Kristen Kemanterian Agama RI

 

Yogyakarta-Kamis,27/08/2026.

Jogyakarta Pelitakota.com – Pengukuhan
Guru Besar Keagamasn Kristen dilaksanakan melalui sidang Senat Terbuka di Aula STT Kadesi, dipimpin oleh Ketua Senat STT Kadesi Prof.Dr.Kristian Sugiarto, Ph.D. Pengukuhan 2 orang Profesor dilingkungan
Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen saat ini jumlah Guru Besar di Lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen berjumlah 20 orang.

Pengukuhan dan penyematan Gordon Guru Besar oleh Dirjen Bimas Kristen , Kementeria Agama Republik Indonesia, Prof. Dr.Jeane Marie Tulung, S.Th., M.PdK. bertempat di Aula STT Kadesi, Kaliurang-Sleman Yogyakarta, Kamis, (27/8/2026).

Dua Profesor yang dikukuhkan diantaranya :
Pdt.Prof.Dr.Muner Daliman, MA., M.Pd.K.,M.Th., D.Th, Bidang Teologi Perjanjian Baru. di STT Kadesi Yogyakarta.

Judul Orasi Ilmiah : Hamba Tuhan Sebagai
Manager Proaktif di Era digital dan Tantangan Pandemi. 

 

Prof. Dr. Harianto, GP. D.Th., D.Ed.Bidang Pendidikan Agama Kristen , Ketua STT Exekcius- Surabaya dengan Judul Orasi Ilmiah : Dari Panggilan ke Identitas pelayanan Adaptif : pengembangan model QaraKles-Diakonia dalam pembentukan Vokasi Teologis di Antara Mahasiswa seminari di Surabaya.


Dalam Orasinya Pdt.Prof.Dr.Muner Daliman menuturkan kepribadian proaktif didefinisikan sebagsi karakteristik individu yang mampu mempengaruhi perubahan lingkungan melalui kemampuan mengidentifikasi peluang,mengambil inisiatif serta bertekun sampai perubahan positif terhadap lingkungan tercapai.

Individu proaktif memiliki keyakinan terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapinya. Hamba Allah sebagai juru bicara Allah ia merupakan manager proaktif dalam melaksanakan tugasnya, ia harus merencanakan, melaksanakan,dan mengevaluasi tindakannya dalam rangka melaksansksn Tujuan Allah.Hamba Allah merupakan manager proaktif Allah, dannAllah memotivasi managernya.

Model pemimpin proaktif untuk pengembangan pelayanan tim berdasarkan pada pribadi yang memilki kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok orang dalam rangka mrncapai tujuan bersama” ujarnya.

Sementara itu Prof. Dr. Harianto GP, D.Th.,D.Ed. dari STT Exelsius, dalam orasinya berjudul dari panggilan ke identitas pelayanan adaptif : Pengembangan model QaraKles- Diakonia dalam pembentukan Vokasi Teologis diantara Mahasiswa Seminari Teologis,menuturkan Penelitian ini menegaskan bahwa formasi vokasi mahasiswa teologi merupakan proses transformasi yang tidak berhenti pada pengenalannpsnggilan, tetapi berkembang melalui pembentukan identitas dan aktualisasi pelayanan dalam berbagai konteks kehidupan.

Berbasis model panggilan pelayanan QaraKles- Diakonia, penelitian ini menunjukan bahwa pangilan (Qara) merupakan pengalaman awal yang bersifat dinamis, yang kemudian diinternalisasi melalui proses pembentukan diri, komunitas pembelajaran teologi dan praktek pelayanan (Klesis) hingga diwujudkan dalam tindakan diakonia yang kontekstual.

Hasil penelitian menjawab tujuan penelitian dengan menunjukan bahwa mahasiswa teologi memasuki proses pendidikan dengan kondisi pendidikan yang beragam serta pengembangan orientasi pelayanan yang tidak hanya berpusat pada pelayanan gerejawi penuh waktu, tetapu juga mencakup pola bivokasional dannlintas sektor.

HS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *