Spread the loveDPRD Kota Bogor Nilai Akses Kerja Harus Terus Diperluas, Job Fair Jadi Momentum Bangun Harapan Baru bagi Pencari Kerja Bogor – Ribuan pencari kerja memanfaatkan penyelenggaraan Job Fair 2026 di Mal Plaza Jambu Dua sebagai kesempatan untuk mengubah nasib di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Di balik antusiasme tersebut, muncul harapan agar kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam menekan angka pengangguran di Kota Bogor. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, menilai bahwa pembukaan akses terhadap lapangan pekerjaan merupakan investasi sosial yang akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, setiap peluang kerja yang tercipta berpotensi mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan produktivitas daerah. Saat menghadiri pembukaan Job Fair 2026, Fajar memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor dan Dinas Tenaga Kerja yang berhasil menghadirkan puluhan perusahaan untuk membuka kesempatan rekrutmen secara langsung kepada masyarakat. “Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya informasi lowongan, tetapi akses yang nyata untuk bisa masuk ke dunia kerja. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan potensi tenaga kerja lokal,” katanya. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 perusahaan dari berbagai sektor menyediakan 3.212 lowongan pekerjaan yang tersebar pada 119 posisi. Kesempatan itu terbuka bagi lulusan baru maupun pencari kerja yang telah memiliki pengalaman kerja. Meski demikian, Fajar mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan pengangguran tidak dapat bergantung pada satu program saja. Ia mendorong adanya sinergi yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan sektor swasta agar kualitas tenaga kerja terus meningkat seiring perkembangan kebutuhan industri. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Adi Novan, menyebutkan bahwa tingkat pengangguran di Kota Bogor masih berada pada kisaran 7,9 persen atau sekitar 45 ribu jiwa. Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah terus memperluas berbagai program penempatan tenaga kerja, termasuk melalui penyelenggaraan bursa kerja yang melibatkan perusahaan berskala lokal maupun nasional. Menurutnya, setiap tahun terjadi penambahan lulusan SMA dan SMK yang memasuki pasar kerja sehingga diperlukan ruang yang mampu mempertemukan mereka dengan dunia usaha secara lebih efektif. Selain menjadi tempat rekrutmen, Job Fair juga memberikan kesempatan bagi para pelamar untuk mengenal kebutuhan industri secara langsung dan memahami kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Dengan demikian, pencari kerja dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi persaingan di pasar tenaga kerja. Ke depan, DPRD Kota Bogor berharap kegiatan serupa dapat diperluas tidak hanya melalui penyelenggaraan bursa kerja, tetapi juga dengan penguatan program pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan, serta kemitraan strategis dengan sektor industri. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi daerah berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas dan penyerapan tenaga kerja lokal. Jurnalis: Romo Kefas Editor: Tim Redaksi ::: Post Views: 14 Navigasi pos Dari Ruang Kelas ke Gedung DPRD, Siswa SMPIT Nurul Fikri Belajar Menjadi Warga Negara yang Peduli Kasus Dana BOK Puskesmas Sukadana: Ketika Audit Bicara, Tetapi Hukum Seolah Kehilangan Suara