Spread the loveKejurnas Judo Piala Kasad XVI Ditutup, Pangkostrad Tegaskan Komitmen TNI AD Membangun Prestasi Olahraga Nasional Depok – Gemuruh semangat sportivitas memenuhi GOR Kartika Divif 1 Kostrad, Cilodong, Depok, saat rangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 resmi berakhir. Selama empat hari penyelenggaraan, kejuaraan ini bukan hanya menghadirkan persaingan ketat antaratlet, tetapi juga menjadi panggung pembinaan bagi lahirnya generasi baru judoka Indonesia. Penutupan kejuaraan dihadiri Panglima Kostrad, Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT., yang bersama jajaran pimpinan TNI Angkatan Darat memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan panitia atas suksesnya penyelenggaraan kompetisi yang mencatat rekor partisipasi terbesar sepanjang sejarah Kejurnas Judo Piala Kasad. Sebanyak 1.424 atlet ambil bagian dalam ajang tersebut, terdiri dari judoka yang mewakili 26 Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) serta atlet TNI–Polri dari puluhan satuan di berbagai wilayah Indonesia. Mereka bertanding pada berbagai kelompok usia dan kategori, mulai dari cadet, junior, senior, kata, hingga kelas khusus TNI–Polri. Tingginya antusiasme peserta menjadi gambaran bahwa olahraga judo terus berkembang sebagai salah satu cabang olahraga bela diri yang memiliki pembinaan berkelanjutan di Indonesia. Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi para atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyampaikan bahwa Kejurnas Judo Piala Kasad memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem olahraga prestasi. Menurutnya, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat terhadap olahraga judo dan semakin baiknya proses pembinaan atlet di berbagai daerah. Kasad menambahkan bahwa atlet-atlet terbaik hasil kejuaraan akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai agenda kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, TNI AD juga membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk mengembangkan karier sebagai prajurit melalui jalur prestasi sesuai ketentuan yang berlaku. Persaingan yang berlangsung sejak hari pertama menghasilkan PJSI DKI Jakarta sebagai juara umum setelah mengumpulkan raihan medali emas terbanyak. PJSI Jawa Barat menempati posisi runner-up, sedangkan PJSI Bali berhasil mengamankan peringkat ketiga. Lebih dari sekadar menentukan pemenang, Kejurnas ini menjadi wahana pembentukan karakter melalui nilai-nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, dan saling menghormati. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat TNI Angkatan Darat dalam membangun generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi. Kehadiran Panglima Kostrad dalam penutupan kejuaraan menjadi simbol dukungan terhadap pembinaan olahraga nasional. TNI AD memandang olahraga sebagai salah satu sarana efektif untuk membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus mempererat persatuan melalui kompetisi yang sehat. Di atas tatami, para atlet memang memperebutkan medali. Namun sesungguhnya, mereka sedang membangun masa depan olahraga Indonesia. Kejurnas Judo Piala Kasad XVI membuktikan bahwa prestasi lahir dari latihan yang disiplin, semangat pantang menyerah, dan pembinaan yang berkesinambungan. Dari arena inilah, harapan untuk melihat Merah Putih berkibar di panggung dunia terus tumbuh dan semakin nyata. Jurnalis : Romo Kefas Editor : Tim Redaksi Post Views: 30 Navigasi pos Terungkap dari Laporan Keluarga Pasien, Dugaan Jamu Rp15 Juta Masih Diusut Polres Sampang Cakra Fun Run 2026 Gaungkan Gaya Hidup Sehat, HUT ke-65 Kostrad Disambut Antusias Ribuan Pelari di Malang