Spread the love

Pangdivif 3 Kostrad Pastikan Latihan Berstandar Tinggi, Kepedulian kepada Warga Jadi Bagian dari Pengabdian Prajurit

Bone – Pembinaan kemampuan prajurit tidak hanya bertujuan mencetak personel yang mahir dalam menjalankan operasi militer, tetapi juga membangun karakter yang memiliki kepekaan sosial. Konsep itulah yang ditunjukkan Divisi Infanteri 3 Kostrad saat menggelar latihan penerjunan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat sekitar.

Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han., hadir langsung untuk meninjau latihan Jungar Terjun Bebas Militer (TBM) personel Denma Brigif 3/Tri Budi Sakti serta latihan penerjunan penyegaran statik prajurit Yonif 432/Waspada Setia Jaya (WSJ). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi lapangan guna memastikan seluruh materi latihan terlaksana secara profesional, aman, dan sesuai standar pembinaan prajurit lintas udara.

Dalam pelaksanaan latihan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Setiap tahapan, mulai dari persiapan hingga pendaratan, diawasi secara ketat untuk memastikan kemampuan teknis prajurit terus terpelihara sekaligus meminimalkan risiko selama latihan berlangsung.

Namun, yang membedakan kegiatan tersebut adalah kelanjutan program setelah latihan selesai. Divif 3 Kostrad tidak langsung mengakhiri rangkaian kegiatan, melainkan mengajak seluruh prajurit turun langsung ke tengah masyarakat melalui bakti sosial yang meliputi pembagian paket sembako dan pelayanan kesehatan gratis.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen satuan untuk memastikan bahwa kehadiran TNI selalu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Bagi Divif 3 Kostrad, latihan militer dapat berjalan berdampingan dengan aksi kemanusiaan, sehingga keberadaan prajurit tidak hanya dirasakan dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto menegaskan bahwa prajurit harus memiliki keseimbangan antara kemampuan profesional dan kepedulian sosial. Menurutnya, keberhasilan menjaga pertahanan negara akan semakin kuat apabila didukung oleh hubungan yang harmonis dan saling percaya antara TNI dan masyarakat.

Antusiasme warga Bone terlihat ketika memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan. Banyak masyarakat datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, sementara bantuan sembako diterima sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari keluarga besar Divif 3 Kostrad.

Interaksi yang terbangun selama kegiatan berlangsung mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Para prajurit tidak hanya hadir sebagai aparat pertahanan negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang siap memberikan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan sosial.

Pendekatan seperti ini sekaligus memperlihatkan arah pembinaan prajurit yang semakin komprehensif. Selain meningkatkan kemampuan tempur, Divif 3 Kostrad juga terus menanamkan nilai empati, pengabdian, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari karakter setiap personel.

Melalui latihan yang dipadukan dengan bakti sosial, Divif 3 Kostrad ingin menegaskan bahwa profesionalisme militer dan kepedulian terhadap masyarakat bukanlah dua hal yang terpisah. Keduanya justru menjadi fondasi yang saling melengkapi dalam membangun kekuatan pertahanan yang kokoh dan dipercaya rakyat.

Di Bone, prajurit Divif 3 Kostrad membuktikan bahwa pengabdian memiliki banyak wajah. Saat berada di udara, mereka mengasah kemampuan demi menjaga kedaulatan negara. Ketika kembali menginjak bumi, mereka memilih mendekat kepada masyarakat, membawa bantuan, pelayanan, dan harapan. Itulah esensi seorang prajurit: siap bertugas, siap melindungi, dan selalu hadir untuk rakyat.

Jurnalis : Romo Kefas
Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *