Spread the love

Dari Celengan ke Senyum Anak Yatim, Warga Kelapa Tiga Buktikan Kekuatan Kebersamaan

KOTA BOGOR – Kepedulian sosial yang tumbuh dari lingkungan masyarakat kembali menghadirkan kisah inspiratif. Warga Kampung Kelapa Tiga, RT 03 RW 04, Kelurahan , Kecamatan , , menggelar santunan bagi anak-anak yatim di Majlis Ta’lim Aurodul Istiqomah, Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sederhana tersebut justru memperlihatkan besarnya semangat gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat.

Berbeda dengan kegiatan sosial yang mengandalkan sponsor atau donatur besar, santunan ini lahir dari kebiasaan warga menyisihkan sebagian rezekinya melalui program celengan yang dibagikan ke setiap rumah. Dari kebiasaan kecil itu, panitia berhasil menghimpun dana sebesar Rp24.110.000, yang kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim di lingkungan setempat.

Sejak pagi, halaman Majlis Ta’lim Aurodul Istiqomah dipenuhi warga yang datang bersama keluarga. Suasana penuh keakraban terlihat ketika masyarakat bergotong royong menyiapkan seluruh rangkaian acara, mulai dari penyambutan tamu hingga pembagian santunan. Kehangatan tersebut menjadi cerminan kuatnya ikatan sosial yang masih terjaga di Kampung Kelapa Tiga.

Ketua Panitia, Enoh, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata memberikan bantuan materi, tetapi menjadi upaya menanamkan budaya peduli terhadap sesama.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk membiasakan berbagi. Nilainya mungkin kecil ketika dimasukkan ke dalam celengan setiap hari, tetapi ketika dikumpulkan bersama hasilnya mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim,” katanya.

Sementara itu, Pengurus Majlis Ta’lim Aurodul Istiqomah, Ustadz Mawardi, memimpin doa bersama sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat berbagi. Ia berharap seluruh pihak yang telah berkontribusi mendapatkan keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki.

Program celengan yang melibatkan warga RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 04 dinilai menjadi contoh nyata bahwa solidaritas masyarakat masih tumbuh kuat. Tanpa harus menunggu bantuan dari luar, warga mampu menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan.

Panitia berharap gerakan kepedulian seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat menjadi budaya yang terus diwariskan kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan akan tetap menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat di tengah perkembangan zaman.

Jurnalis: Atma Nurjati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *