Spread the loveJelang Latihan Lintas Udara, Yonif 432 Kostrad Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit Lewat Doa Bersama Kariango – Persiapan menghadapi latihan militer tidak hanya diukur dari kesiapan fisik dan penguasaan teknik, tetapi juga dari keteguhan mental serta kekuatan spiritual. Pemahaman inilah yang menjadi landasan Yonif 432/Waspada Setia Jaya (WSJ) Kostrad menggelar doa bersama menjelang pelaksanaan latihan penerjunan statik di Dodiklatpur Bance’e. Bertempat di Masjid Al-Falah Kariango, seluruh prajurit yang akan mengikuti latihan berkumpul dalam suasana penuh kekhusyukan untuk memanjatkan doa demi keselamatan dan kelancaran setiap tahapan latihan. Sementara itu, prajurit yang beragama Nasrani juga melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing sebagai wujud rasa syukur sekaligus memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan tersebut mencerminkan bahwa pembinaan prajurit di lingkungan Kostrad tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan tempur, tetapi juga membangun keseimbangan antara kesiapan fisik, mental, dan spiritual sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Komandan Yonif 432/WSJ, Letkol Inf Bambang Gatot Wibowo, menegaskan bahwa latihan penerjunan statik merupakan salah satu materi penting yang membutuhkan disiplin tinggi serta kepatuhan terhadap setiap prosedur keselamatan. Oleh karena itu, selain latihan teknis yang telah dilaksanakan, kesiapan batin juga menjadi bagian penting dalam membentuk rasa percaya diri prajurit sebelum memasuki pesawat dan melaksanakan penerjunan. Menurutnya, doa bersama menjadi bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan serta kelancaran selama seluruh rangkaian latihan berlangsung. Ia juga mengingatkan seluruh personel agar tetap menjunjung disiplin, mengikuti setiap instruksi pelatih, dan mengutamakan faktor keamanan dalam setiap tahapan kegiatan. Suasana religius semakin terasa dengan kehadiran para santri yang turut diundang untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan para prajurit. Kehadiran mereka menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mengiringi setiap tugas pengabdian yang dijalankan prajurit. Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas antaranggota satuan. Kebersamaan yang terbangun sebelum pelaksanaan latihan diharapkan menjadi modal penting dalam menciptakan kekompakan selama menjalankan setiap tahapan penerjunan. Latihan penerjunan statik sendiri merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus terus dipelihara oleh prajurit lintas udara. Selain menuntut kesiapan fisik yang prima, latihan ini membutuhkan konsentrasi, keberanian, dan ketepatan dalam menjalankan prosedur agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman. Melalui persiapan yang menyeluruh, Yonif 432/WSJ Kostrad berharap seluruh prajurit mampu melaksanakan latihan dengan hasil yang optimal sekaligus mempertahankan standar profesionalisme sebagai pasukan yang siap menghadapi berbagai tugas operasi. Bagi Yonif 432/Waspada Setia Jaya, keberhasilan sebuah latihan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melompat dari ketinggian, tetapi juga oleh keteguhan hati, kedisiplinan, dan doa yang mengiringi setiap langkah. Sebab prajurit yang tangguh adalah mereka yang memadukan kekuatan fisik, kecakapan militer, dan keimanan dalam setiap pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Jurnalis : Romo Kefas Editor : Tim Redaksi Post Views: 37 Navigasi pos Prajurit Penjaga Langit Berprestasi di Kolam Renang, Atlet Yonarhanud 16 Kostrad Tunjukkan Mental Juara pada Gowa Cup 2026 Bukan Sekadar Peringatan Muharam, Yonarhanud 16 Kostrad Bangun Budaya Introspeksi dan Kepemimpinan Berkarakter