Spread the loveDi Tengah Dinamika Global, Pangdivif 2 Kostrad Tekankan Pentingnya Prajurit Berwawasan, Beretika, dan Berorientasi pada Pengabdian Madiun – Perubahan lanskap geopolitik dunia yang berlangsung begitu cepat menuntut setiap prajurit TNI memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar keterampilan militer. Kematangan berpikir, integritas, kemampuan beradaptasi, hingga kecakapan memanfaatkan teknologi informasi kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme seorang prajurit. Pesan tersebut menjadi pokok pengarahan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, saat bertatap muka dengan prajurit dan keluarga besar Yonif 501/Bajra Yudha di Madiun. Pertemuan itu menjadi bagian dari pembinaan personel yang bertujuan memperkuat kesiapan menghadapi tantangan strategis sekaligus menjaga soliditas keluarga besar TNI. Dalam arahannya, Pangdivif mengingatkan bahwa berbagai perkembangan internasional, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, patut dipahami sebagai bagian dari dinamika global yang dapat membawa konsekuensi terhadap stabilitas ekonomi, perdagangan, dan kehidupan masyarakat di berbagai negara. Meski demikian, ia menegaskan bahwa prajurit harus menyikapi setiap perkembangan dengan tenang, rasional, dan tetap fokus pada tugas utama menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, profesionalisme seorang prajurit tercermin dari kemampuannya menjaga kesiapsiagaan di tengah situasi yang terus berubah. Karena itu, peningkatan wawasan kebangsaan dan pemahaman terhadap lingkungan strategis menjadi bekal penting agar setiap personel mampu mengambil sikap secara tepat dan bertanggung jawab. Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun juga memberikan perhatian serius terhadap perkembangan ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa media sosial bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga ruang publik yang dapat membentuk persepsi masyarakat terhadap institusi. Setiap prajurit, lanjutnya, harus mampu menjadi contoh dalam penggunaan media sosial dengan mengedepankan etika, kehati-hatian, dan tanggung jawab. Menjaga nama baik institusi dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk sikap bijak dalam menyampaikan pendapat dan menyebarkan informasi. Selain aspek kedinasan, Pangdivif menilai bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk ketangguhan prajurit. Dukungan moral dari keluarga, hubungan yang harmonis, serta pengelolaan kehidupan rumah tangga yang sehat akan memberikan ketenangan bagi prajurit untuk menjalankan tugas secara maksimal. Ia mengajak seluruh keluarga besar Yonif 501/Bajra Yudha untuk terus memperkuat komunikasi, membangun saling pengertian, dan menjaga kebersamaan. Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan salah satu fondasi yang akan memperkuat ketahanan organisasi secara keseluruhan. Pengarahan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan masa depan tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga kecerdasan emosional, kemampuan berpikir kritis, serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, Divif 2 Kostrad terus berupaya membentuk prajurit yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. Di tengah dunia yang terus berubah, kekuatan TNI tidak hanya lahir dari kecanggihan alutsista atau kemampuan tempur. Kekuatan sejati tumbuh dari prajurit yang memiliki wawasan luas, menjaga etika, memelihara kepercayaan rakyat, serta didukung keluarga yang harmonis. Itulah fondasi pengabdian yang terus dibangun Divif 2 Kostrad demi Indonesia yang aman, kuat, dan berdaulat. Jurnalis : Romo Kefas Editor : Tim Redaksi Post Views: 23 Navigasi pos Kostrad Siapkan Prajurit Hadapi Perang Generasi Kelima, Penataran Siber Jadi Investasi Strategis SDM Menjaga Perbatasan, Menjaga Masa Depan: Satgas Yonarmed 12 Kostrad Hadir Periksa Kesehatan Anak-Anak SD Motabenar