Satgas Garuda Indonesia di Kongo Ajarkan Kemandirian Pangan, Warga Bashili Antusias Kelola Kebun Semangka
Komanda, Kongo — Di tengah pelaksanaan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), personel Satgas MONUSCO Kontingen Indonesia terus menunjukkan bahwa perdamaian tidak hanya dibangun melalui stabilitas keamanan, tetapi juga melalui upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan oleh Tim Civil-Military Cooperation (CIMIC) POB Komanda yang menggandeng masyarakat Desa Bashili, Provinsi Ituri, dalam program pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun semangka produktif.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026) itu menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong ketahanan pangan masyarakat setempat. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini mulai diolah bersama untuk menghasilkan sumber pangan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Dipimpin Komandan Kompi POB Komanda, Mayor Inf Depari, personel Satgas bersama masyarakat melaksanakan pembersihan lahan, pengolahan tanah, hingga penanaman bibit semangka. Seluruh proses dilakukan secara gotong royong, mencerminkan eratnya hubungan yang terjalin antara pasukan Indonesia dan warga lokal.
Sebelum kegiatan dimulai, tim Satgas terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pihak Gereja Katolik Bashili guna memastikan program yang dijalankan dapat memberikan manfaat maksimal bagi komunitas setempat.
Menurut Mayor Inf Depari, program tersebut tidak hanya bertujuan membantu penyediaan bahan pangan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan potensi lahan yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami ingin menghadirkan program yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui pertanian sederhana ini, warga dapat belajar mengelola lahan secara produktif dan memperoleh hasil yang berguna bagi kehidupan mereka,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari Pastor Emme Lokana Dhego dan warga Bashili. Mereka menilai kehadiran Satgas Indonesia tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membawa semangat baru dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Program pertanian ini menjadi bagian dari pendekatan kemanusiaan yang selama ini dijalankan Kontingen Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Melalui kerja sama yang erat dengan masyarakat, berbagai program pemberdayaan terus dilakukan guna membantu meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah penugasan.
Bagi masyarakat Bashili, kebun semangka yang mulai tumbuh hari ini bukan sekadar lahan pertanian biasa. Ia menjadi simbol harapan, kerja sama, dan persahabatan yang terjalin antara warga Kongo dan pasukan Garuda Indonesia.
Perdamaian Akan Lebih Bermakna Ketika Kehadirannya Mampu Menghadirkan Harapan, Kemandirian, dan Masa Depan yang Lebih Baik Bagi Masyarakat.
Romo Kefas



