Spread the love

Jerigen Bebas Isi Solar di SPBU Camplong, Subsidi untuk Rakyat atau Bancakan Oknum?

SAMPANG — Dugaan praktik pengisian solar subsidi menggunakan jerigen dalam jumlah besar di SPBU 54.692.06 Camplong kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Aktivitas yang disebut berlangsung nyaris tanpa hambatan itu memunculkan kesan bahwa distribusi BBM subsidi di lapangan berjalan tanpa pengawasan yang serius.

Di Jalan Raya Camplong, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, jerigen-jerigen diduga dengan leluasa diisi solar subsidi lalu diangkut menggunakan kendaraan pick up. Warga menyebut aktivitas tersebut bukan kejadian sesekali, melainkan pemandangan yang sudah lama berlangsung.

Yang menjadi pertanyaan besar publik: bagaimana praktik seperti ini bisa terjadi terus-menerus di area SPBU resmi tanpa tindakan nyata?

Padahal, solar subsidi merupakan program negara yang anggarannya berasal dari uang rakyat dan diperuntukkan bagi sektor tertentu seperti nelayan, petani, dan masyarakat kecil yang membutuhkan. Namun di lapangan, distribusinya justru kerap menuai polemik karena diduga dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi.

Warga sekitar bahkan mengaku sudah terbiasa melihat aktivitas pengisian jerigen pada siang hingga malam hari. Situasi itu memunculkan dugaan bahwa praktik tersebut berlangsung bukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan terang-terangan.

Jika benar demikian, maka persoalannya bukan lagi sekadar pelanggaran distribusi BBM subsidi, tetapi menyangkut lemahnya pengawasan dan potensi pembiaran yang dapat merugikan negara.

Lebih mengusik lagi, muncul ucapan di lokasi yang menyebut aktivitas tersebut “aman”. Pernyataan seperti ini tentu menjadi tamparan keras bagi aparat pengawas dan penegak hukum. Sebab publik bisa saja menilai ada rasa kebal aturan di balik praktik yang diduga berlangsung terus-menerus tersebut.

Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, hingga aparat penegak hukum kini dituntut tidak sekadar memberi imbauan normatif. Publik menunggu langkah konkret berupa inspeksi lapangan, audit distribusi, hingga penindakan tegas apabila ditemukan penyalahgunaan BBM subsidi.

Sebab bila praktik semacam ini terus dibiarkan, maka rakyat kecil akan terus menjadi pihak yang paling dirugikan. Di satu sisi subsidi diklaim untuk membantu masyarakat, tetapi di sisi lain muncul dugaan permainan distribusi yang seolah sulit disentuh.

Pertanyaan yang kini menggantung di tengah masyarakat sederhana namun tajam: apakah subsidi negara benar-benar sampai kepada yang berhak, atau justru sedang bocor lewat jerigen-jerigen yang hilir mudik setiap hari?

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas pengisian solar subsidi menggunakan jerigen tersebut.

(Rifai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *