Spread the love

Panglima DPP LMPI Taufik Hidayat Sampaikan Pesan Maulid Nabi 1448.H : Diam Bukan Berarti Takut, NKRI Harga Mati! 

Jakarta – Panglima DPP Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI)Taufik Hidayat menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam.

Momentum Maulid Nabi diharapkan menjadi pengingat untuk memperkuat persatuan, keteladanan, keberaniannserta kepedulian terhadap sesama.

Dalam pesannya, Panglima DPP LMPI menegaskan bahwa sikap diam tidak selalu berarti takut, menurutnya, keberanian harus ditunjukkan dengan sikap yang bermartabat, bertanggung jawab, dan tidak mengandalkan kekuatan kelompok.

“Diam bukan berarti takut, kita harus berani menunjukkan mental dan sikap yang tegas, tetapi tetap menjunjung persatuan dan kedamaian dimana
Ia juga menggunakan filosofi Sungai Bengawan Solo sebagai gambaran bahwa sesuatu yang tampak tenang tidak selalu berarti tanpa kekuatan.

“Sungai Bengawan Solo airnya terlihat tenang, tetapi di balik ketenangan itu terdapat kekuatan yang harus diperhitungkan, begitu pula seorang pemimpin harus memiliki ketegasan, keberanian dan tanggung jawab dalam menjaga amanah rakyat.

Lebih lanjut, Panglima DPP LMPI menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan bangsa, khususnya terkait dugaan penyalah gunaan uang rakyat, lemahnya integritas di sejumlah lembaga serta potensi perpecahan di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan agar umat beragama tidak mudah diadu domba dan seluruh elemen bangsa tetap menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Umat beragama harus bersatu, menjaga kedamaian dan bersama-sama mengawal bangsa ini agar terbebas dari praktik korupsi serta pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat,” tegasnya.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, lanjutnya, harus menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kejujuran, keberanian, keadilan, kasih sayang dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta membangun Indonesia yang lebih adil dan bermartabat. NKRI harga mati!” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *