Spread the loveDari Pos Perbatasan ke Persawahan, Satgas Yonarhanud 2 Kostrad Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Petani TTU, NTT – Kehadiran prajurit TNI di wilayah perbatasan tidak hanya identik dengan tugas menjaga kedaulatan negara. Di Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), personel Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat dengan turut membantu petani memanen padi di lahan persawahan warga. Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan itu menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di daerah perbatasan. Sejak pagi hari, para prajurit terlihat membaur bersama petani, ikut memotong padi, mengumpulkan hasil panen, hingga mengangkut gabah dari sawah. Bagi warga setempat, musim panen merupakan momen yang sangat penting karena menjadi penentu hasil kerja keras selama berbulan-bulan. Namun proses panen sering kali membutuhkan tenaga tambahan agar hasil pertanian dapat segera diselesaikan sebelum dipengaruhi cuaca maupun faktor lainnya. Melihat kebutuhan tersebut, personel Pos Inbate turun langsung memberikan bantuan. Kehadiran mereka tidak hanya mempercepat proses panen, tetapi juga menghadirkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia. Danpos Inbate, Letda Arh Seno, menjelaskan bahwa keterlibatan Satgas dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari komitmen untuk membantu masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, keberadaan TNI di perbatasan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga dalam berbagai sektor kehidupan. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Ketika warga membutuhkan bantuan, kami berupaya untuk ikut membantu sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya. Menurut Letda Seno, sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam menopang kehidupan masyarakat perbatasan. Oleh sebab itu, dukungan terhadap para petani menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Para petani mengaku terbantu dengan kehadiran personel Satgas. Selain meringankan pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga, bantuan tersebut juga membuat proses panen menjadi lebih cepat dan efisien. Suasana kebersamaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Tidak ada sekat antara prajurit dan petani. Mereka bekerja berdampingan di tengah hamparan sawah, saling membantu dan berbagi semangat demi menyelesaikan panen dengan hasil yang maksimal. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan wajah humanis TNI yang selalu hadir di tengah masyarakat. Melalui pendekatan yang sederhana namun bermakna, hubungan antara prajurit dan warga terus terjalin erat dan harmonis. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dalam aktivitas sehari-hari menjadi modal sosial yang penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Satgas Yonarhanud 2 Kostrad berharap kebersamaan yang terbangun selama kegiatan panen dapat terus terjaga. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan TNI, berbagai tantangan di wilayah perbatasan diyakini dapat dihadapi secara bersama-sama. Di tengah hamparan padi yang menguning, para prajurit dan petani Desa Inbate membuktikan bahwa ketahanan pangan tidak dibangun oleh satu pihak saja. Ia lahir dari kebersamaan, kerja keras, dan semangat saling membantu demi masa depan masyarakat perbatasan yang lebih baik. Jurnalis : Romo Kefas Editor : Tim Redaksi Post Views: 4 Navigasi pos Brigif 20 Kostrad Tingkatkan Literasi Kesehatan, Prajurit dan Persit Diajak Waspadai Ancaman Penyakit Jantung