Spread the love

DARI SIDANG KE GERAKAN: SP1MD GGP JAWA BARAT 2026 MENEGUHKAN VISI, MEMPERKUAT PELAYANAN, DAN MENYIAPKAN ESTAFET KEPEMIMPINAN

Cimahi, 20 Juni 2026 – Bagi sebagian orang, sidang organisasi mungkin identik dengan laporan pertanggungjawaban, pembahasan program, dan pengambilan keputusan. Namun suasana yang terlihat dalam Sidang Pelengkap I Majelis Daerah (SP1MD) GGP Jawa Barat 2026 di GGP One Gospel Cimahi menunjukkan sesuatu yang lebih dari itu.

Forum yang dihadiri para pengurus Majelis Daerah, Majelis Wilayah 1 hingga 13, serta para gembala jemaat se-Jawa Barat ini berubah menjadi ruang konsolidasi pelayanan, tempat para pemimpin gereja menyatukan perspektif, memperkuat komitmen, dan membangun optimisme menghadapi masa depan.

Mengusung semangat “Menolak Berhenti”, SP1MD tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa pertumbuhan pelayanan yang telah dicapai selama ini tidak kehilangan arah dan terus berlanjut pada generasi berikutnya.

Persidangan yang Berbicara tentang Pelayanan Nyata

Dengan jumlah kehadiran mencapai 75 peserta atau 68,8 persen dari peserta yang memiliki hak sidang, forum dinyatakan memenuhi kuorum dan dapat melanjutkan seluruh agenda yang telah ditetapkan.

Namun sejak awal, nuansa persidangan terasa berbeda. Pembahasan tidak terjebak pada angka-angka semata, melainkan berfokus pada bagaimana pelayanan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh jemaat, gembala, dan masyarakat luas.

Dalam penyampaian Laporan Umum Ketua Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Semuel Benaja, ST., MPd., berbagai capaian pelayanan dipaparkan secara terbuka. Mulai dari penguatan koordinasi wilayah, pembinaan gereja lokal, peningkatan sinergi antar pelayan Tuhan, hingga berbagai program yang telah berjalan selama periode pelayanan.

Namun yang mendapat perhatian peserta bukan hanya apa yang sudah berhasil dilakukan, melainkan semangat keterbukaan dalam melihat berbagai tantangan yang masih harus dihadapi bersama.

Setelah melalui pembahasan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, laporan tersebut diterima secara bulat oleh seluruh peserta sidang tanpa catatan.

Keputusan itu menjadi tanda bahwa para peserta melihat adanya keselarasan antara visi, program, dan pelaksanaan pelayanan yang telah dijalankan selama ini.

Organisasi yang Hadir untuk Menguatkan

Salah satu pembahasan yang mendapatkan respons positif dari peserta adalah komitmen organisasi terhadap para gembala.

Dalam keterangannya, Pdp. Happy David Arifin, Bendahara Majelis Daerah Jawa Barat, menegaskan bahwa pelayanan yang sehat harus dimulai dari perhatian kepada para pelayan Tuhan.

Menurutnya, banyak gembala yang melayani dengan penuh pengorbanan di berbagai daerah. Karena itu, organisasi harus menjadi tempat yang mampu memberikan dukungan dan penguatan.

“Kami berupaya agar keberadaan organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para gembala. Karena mereka adalah ujung tombak pelayanan yang setiap hari berhadapan langsung dengan kebutuhan jemaat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut baik karena mencerminkan semangat pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga pada manusia yang menjalankan pelayanan itu sendiri.

Menjaga Visi Besar Tetap Relevan

Dalam sesi pembahasan strategi pelayanan, Kasnadi Margaka dari Tim Ekonomi dan Kemitraan GGP menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara visi dan inovasi.

Menurutnya, visi Threefold yang selama ini menjadi arah pelayanan GGP harus terus dijaga, tetapi metode pelaksanaannya perlu terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Kita tidak boleh kehilangan visi, tetapi kita juga tidak boleh berhenti belajar. Gereja harus terus menemukan cara-cara baru untuk menjangkau masyarakat tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan luas dari peserta yang melihat bahwa tantangan pelayanan masa kini membutuhkan pendekatan yang semakin kreatif dan kontekstual.

Ketika Rekam Jejak Menjadi Bahasa Kepercayaan

Puncak persidangan terjadi ketika forum memasuki agenda pembahasan usulan bakal calon Ketua Umum GGP periode 2026–2031.

Dalam sesi tersebut, setiap Majelis Wilayah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi mereka.

Yang menarik, diskusi yang berkembang tidak berpusat pada popularitas atau kepentingan kelompok tertentu. Para peserta justru lebih banyak berbicara mengenai rekam jejak, integritas, dan dampak pelayanan yang telah dirasakan secara nyata.

Dari berbagai pandangan yang disampaikan, satu nama memperoleh dukungan yang kuat dan konsisten dari berbagai wilayah, yakni Pdt. Dicky Suwarta, M.Th.

Bagi para peserta, sosok Pdt. Dicky bukan hanya dikenal sebagai pemimpin nasional, tetapi juga sebagai pelayan yang tumbuh dari proses pelayanan daerah.

Saat memimpin Majelis Daerah Jawa Barat, ia ikut mengawal pertumbuhan jumlah jemaat dari sekitar 35 gereja menjadi 92 gereja dalam kurun empat tahun.

Namun yang paling sering disebut oleh peserta bukanlah angka pertumbuhan tersebut.

Mereka lebih mengingat bagaimana ia hadir di tengah para gembala, mengunjungi gereja-gereja daerah, mendorong pembukaan ladang pelayanan baru, serta membangun semangat kebersamaan di antara para pelayan Tuhan.

Bagi banyak peserta, keberhasilan terbesar bukan hanya pertumbuhan organisasi, tetapi tumbuhnya budaya pelayanan yang saling mendukung dan berorientasi pada pengembangan generasi berikutnya.

Dukungan Bulat dari Jawa Barat

Setelah melalui proses musyawarah yang berlangsung dengan penuh rasa hormat dan persaudaraan, forum akhirnya mengambil keputusan.

SP1MD GGP Jawa Barat 2026 secara bulat mengusulkan Pdt. Dicky Suwarta, M.Th. sebagai Bakal Calon Ketua Umum GGP Periode 2026–2031.

Keputusan tersebut disambut tepuk tangan panjang dari para peserta yang memenuhi ruang persidangan.

Ketika diminta memberikan tanggapan, Pdt. Dicky tidak menyampaikan pidato panjang atau janji-janji besar.

Ia hanya berdiri dan menjawab singkat:

“SIAP.”

Satu kata yang sederhana, namun cukup untuk menggambarkan kesediaan menerima amanat yang dipercayakan oleh keluarga besar GGP Jawa Barat.

Dari Cimahi untuk Masa Depan Pelayanan

SP1MD GGP Jawa Barat 2026 akhirnya tidak hanya menjadi forum evaluasi tahunan. Persidangan ini menjadi ruang di mana visi dipertegas, kepedulian diperkuat, dan estafet kepemimpinan mulai dipersiapkan.

Di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung, para peserta menunjukkan bahwa pelayanan tidak dapat dibangun hanya dengan program dan struktur organisasi. Pelayanan membutuhkan hati yang mau mendengar, pemimpin yang mau hadir, dan komunitas yang mau berjalan bersama.

Dari One Gospel Cimahi, lahir sebuah pesan yang kuat: gereja yang bertumbuh bukanlah gereja yang sibuk mempertahankan masa lalu, melainkan gereja yang berani mempersiapkan masa depan.

Laporan Khusus: Tim Media PEWARNA Indonesia Jawa Barat
Editor: Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.
Cimahi, 20 Juni 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *