Spread the loveJalur Alternatif Cabe Gondang Dibenahi, Pemkab Siapkan Rute Pengalihan Selama Perbaikan Jembatan Gondang 1 Tulungagung,pelitakota – Perbaikan Jembatan Gondang 1 yang jadi penghubung utama Tulungagung–Trenggalek akan segera dimulai. Untuk mengantisipasi kemacetan dan lumpuhnya arus barang, Pemkab Tulungagung menyiapkan jalur alternatif lewat kawasan Cabe Gondang. Ruas ini kini masuk tahap peningkatan agar layak dilalui kendaraan selama jembatan ditutup. Jembatan Gondang 1 selama ini jadi urat nadi distribusi. Begitu ditutup total untuk perbaikan, semua kendaraan dari Tulungagung menuju Trenggalek dan sebaliknya harus dialihkan. Kalau jalur alternatifnya tidak dibenahi dari sekarang, dampaknya langsung terasa: antrean panjang, keterlambatan logistik, harga barang naik, aktivitas ekonomi warga tersendat. Karena itu perbaikan jalan alternatif Cabe Gondang jadi langkah wajib. Fokusnya ada pada pelebaran badan jalan di titik sempit, perbaikan lubang dan bergelombang, penguatan bahu jalan, serta penambahan penerangan dan rambu pengarah. Tujuannya satu: memastikan mobilitas warga, angkutan hasil bumi, dan kendaraan besar tetap bisa bergerak meski Jembatan Gondang 1 tidak berfungsi sementara. Jalur alternatif yang layak akan jadi kunci. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, risiko kemacetan bisa ditekan, waktu tempuh tidak molor jauh, dan konektivitas antarwilayah tetap terjaga. Petani bisa kirim hasil panen, pelaku usaha tetap distribusi barang, pelajar dan pekerja tetap sampai tujuan tanpa terjebak berjam-jam. Upaya ini disebut Pemkab sebagai bentuk komitmen menjaga pelayanan infrastruktur dasar. Jembatan diperbaiki demi keselamatan jangka panjang, tapi akses warga tidak boleh dikorbankan selama proses berlangsung. Karena itu perbaikan Cabe Gondang dikebut sebelum penutupan total Jembatan Gondang 1 diberlakukan. Warga sekitar Cabe Gondang dan pengguna jalan diimbau bersabar saat alat berat bekerja. Sekali jalan alternatif ini siap, beban Jembatan Gondang 1 yang ditutup bisa dibagi. Dampak penutupan bisa diminimalkan, dan roda perekonomian Tulungagung–Trenggalek tetap berputar. Pemkab Tulungagung bersama dinas terkait diminta terus memantau. Perbaikan jangan berhenti di tambal sulam. Jalur alternatif harus benar-benar siap menampung lonjakan volume kendaraan besar yang biasanya lewat jembatan utama. Karena kalau jalurnya tidak kuat, yang rugi bukan hanya pengguna jalan, tapi seluruh rantai ekonomi di dua kabupaten.(Dian) Post Views: 29 Navigasi pos Jembatan Pelayanan Firman Tuhan Lintas Generasi BPBD Tulungagung Siagakan 50 Tandon Air untuk 20 Desa Rawan Kekeringan