Bogor – Pelikotanews.com
Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kota Bogor mulai diarahkan ke tingkat paling dekat dengan masyarakat, yakni kecamatan. Hal ini mengemuka dalam deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang digelar di Kantor BPBD Kota Bogor, Tanah Sareal.
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi bencana tidak lagi bisa dipandang sebagai pilihan, melainkan kebutuhan mendesak, mengingat tingginya potensi risiko di wilayah Indonesia.
Menurutnya, peran camat dan aparatur wilayah menjadi kunci utama dalam respons awal ketika bencana terjadi.
“Penanganan pertama selalu ada di wilayah. Karena itu, kecamatan harus benar-benar siap, baik dari sisi koordinasi maupun kapasitas,” ujarnya.
Ia menilai bahwa penguatan kesiapsiagaan di tingkat lokal menjadi langkah strategis untuk meminimalkan dampak bencana, terutama di kota dengan karakteristik geografis seperti Bogor.
Selain penguatan di tingkat wilayah, DPRD juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran yang memadai. Setiap tahun, pemerintah daerah mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah untuk mendukung penanganan bencana.
Anggaran tersebut diharapkan mampu memastikan respons cepat di lapangan tanpa terkendala masalah pendanaan.
Di sisi lain, DPRD juga tengah mendorong peningkatan status kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Saat ini, proses pembahasan regulasi masih berjalan dengan target peningkatan kapasitas organisasi agar lebih optimal dalam menghadapi situasi darurat.
Langkah ini dinilai penting, mengingat kebutuhan koordinasi dan pengambilan keputusan dalam kondisi bencana memerlukan struktur kelembagaan yang kuat dan responsif.
Namun demikian, Adityawarman mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada regulasi dan anggaran semata. Faktor kolaborasi lintas sektor menjadi elemen yang tidak kalah penting.
“Kunci utamanya ada pada kerja sama. Semua pihak harus bergerak bersama, karena bencana tidak bisa ditangani sendiri-sendiri,” tegasnya.
Deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sistem mitigasi yang lebih terstruktur, mulai dari tingkat kota hingga wilayah terkecil.
Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, Kota Bogor diharapkan mampu meningkatkan ketahanan dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi Pelikotanews.com
